Myspace

I'm assumayyah
From istana prosa
Previous Post
Archives
My Friends
Clock
Links
MySpace Layouts

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Template by
Free Blog Template by Request
Indonesian Muslim Blogger
MySpace Layouts

Iseng
MySpace Layouts

layout for myspace

layout for myspace

MySpace Layouts

MySpace Layouts

MySpace Layouts

myspace layout

Myspace

layout for myspace

myspace layout

MySpace Layouts

MySpace Layouts

MySpace Layouts

MySpace Layouts

Myspace layouts

MySpace Layouts

MySpace Layouts

Wednesday, December 13, 2006
Titip ibuku ya Allah...
" Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja... "Tradisi ini sudah berlangsung 16 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.Kini usiaku sudah kepala 2 dan aku jadi seorang mahasiswi disebuah universitas negeri, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah." Ibu sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa "pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketikaIbu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca ... orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apaSuatu hari kuberanikan diri untuk bertanya," Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibusedih ? "Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bataIbu berkata," Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri "Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab," Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi disekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."Lagi-lagi aku hanya bisa berucap," Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang ibu rumah tangga seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "istirahat"dari pekerjaan rumah. Tapi tidak!Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud.Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi...Ah, maafin kami Ibu ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?" Nak... bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.."Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan," Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...".Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu...Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu... "
namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.Wallaahua'lam"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakanIbu..., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggilah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil "Aminnnnn ya Rabbal'alamin..
posted by assumayyah @ 2:06 PM   |
2 Comments:
  • At 12:12 PM, Blogger azizah said…

    Ya Allah, aku sayang ibu...
    Bahagiakan ia selalu...Juga ayahku...
    Mampukah aku menjadi anak yang berbakti, Ya Allah?

    Subhanallah Piet, artikelnya bagus kali...

     
  • At 5:36 PM, Blogger assumayyah said…

    makasihhhhhh (gaya nya nunduk n sambel kedip2 mata ya )gimana kabarnya....

     
Post a Comment
<< Home